Tuesday, September 29, 2015
0 comments

Berikut Bagian-Bagian dari Dokumen XML - 3

9/29/2015 12:15:00 PM
Ilustrasi (Foto:Google)

Bagian-Bagian dari Dokumen XML

Sebuah dokumen XML terdiri dari bagian bagian yang disebut dengan node. Node-node itu adalah:
  • Root node yaitu node yang melingkupi keseluruhan dokumen. Dalam satu dokumen XML hanya ada satu root node. Node-node yang lainnya berada di dalam root node.
  • Element node yaitu bagian dari dokumen XML yang ditandai dengan tag pembuka dan tag penutup, atau bisa juga sebuah tag tunggal elemen kosong seperti <anggota nama=”budi”/> . Root node biasa juga disebut root element.
  • Attribute note termasuk nama dan nilai atribut ditulis pada tag awal sebuah elemen atau pada tag tunggal.
  • Text node, adalah text yang merupakan isi dari sebuah elemen, ditulis diantara tag pembuka dan tag penutup.
  • Comment node adalah baris yang tidak dieksekusi oleh parser.
  • Processing Instruction node, adalah perintah pengolahan dalam dokumen XML. Node ini ditandai awali dengan karakter <? Dan diakhiri dengan ?>. Tapi perlu diingat bahwa header standard XML <?xml version=”1.0” encoding=”iso-8859-1”?> bukanlah processing instruction node. Header standard bukanlah bagian dari hirarki pohon dokumen XML.
  • NameSpace Node, node ini mewakili deklarasi namespace.

Sintaks XML

Dibandingkan dengan HTML, XML lebih cerewet. Kalau kita menulis sebuah dokumen HTML, beberapa kesalahan penulisan masih ditolerir. Misalnya kita menempatkan tag bersilangan seperti <p><b>Huruf Tebal</p></b> meskipun tidak dianjurkan, HTML masih bisa bekerja dan

menampilkan hasil seperti yang kita inginkan. Tidak demikian dengan XML. Lebih jelasnya kita akan bahas di bawah bagaimana membuat dokumen XML yang baik.

Heading standard untuk Document XML
Biasakanlah setiap membuat dokumen XML diawali dengan heading standard XML. Formatnya adalah sebagai berikut:
<?xml version=”1.0” encoding=”iso-8859-1”?>
Dokumen XML harus memiliki Root tag
Sebuah dokumen XML yang baik harus memiliki root tag. Yaitu tag yang melingkupi keseluruhan dari dokumen. Tag-tag yang lain, disebut child tag, berada didalam root membentuk hirarki seperti gambar 2.1
Contoh:
<root>
<child>
<subchild></subchild>
</child>
</root>
Gambar Diagram Hirarki XML

Tag pada XML harus lengkap berpasangan
Pada HTML beberapa elemen tidak harus berpasangan. Contoh berikut ini diperbolehkan dalam penulisan HTML.
<p>paragraph pertama
<p>paragarap kedua
yang demikian tidak berlaku pada XML. Kita harus menulis pula tag penutup untuk setiap tag yang kita buat. Penulisannya harus seperti ini
<p>paragraph pertama</p>
<p>paragarap kedua</p>
Tag tunggal hanya diperbolehkan untuk elemen kosong. Contoh penulisannya sebagai berikut:
<anggota nama=”budi”/>
XML membedakan huruf besar dengan huruf kecil
Pada XML, <tanggal> berbeda dengan <Tanggal>. Tag pembuka dan tag penutup harus sama susunan huruf besar dan kecilnya.
<contoh>ini penulisan yang salah</Contoh>
<contoh>ini baru betul</contoh>
Penyarangan tag harus benar.
Penulisan tag pada XML harus mengikuti aturan Last In First Out (LIFO). seperti yang kita bahas terdahulu, pada XML kita tidak bisa membuat tag yang saling bersilang seperti dibawahini
<p><b>Huruf Tebal</p></b> tapi harus disusun seperti ini
<p><b>Huruf tebal</b></p>
bila dipaksakan juga, browser akan menampilkan pesan error seperti gambar dibawah:

Gambar Pesan Kesalahan yang ditampilkan browser

XML mempertahankan spasi seperti apa adanya
Berbeda dengan HTML, XML menampilkan spasi persis bagaimana data ditulis. Lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini:
Pada HTML kalimat
Kami                                     pergi bersama
akan ditampilkan sebagai:
Kami pergi bersama
Sedangkan pada XML akan ditampilkan sama persis dengan kalimat asalnya.

Nilai atribut harus diletakkan diantara tanda petik
Seperti HTML, XML memiliki atribut. Nilai atribut harus diletakkan diantara dua tanda petik. Tidak masalah apakah tanda petik tunggal atau tanda petik ganda. Contoh dibawah ini dua-duanya benar
<pesan dari=”lusy”>           atau
<pesan dari=’lusy’>
Penamaan tag dan atribut

Nama tag bisa terdiri dari huruf, angka dan underscore(“_”). Karakter awal nama tag harus berupa huruf atau underscore (“_”), tidak diawali dengan kata xml atau XML, (misal:<xmlstring>), dan tidak mengandung spasi. Aturan penamaan atribut sama dengan aturan penamaan tag.

Menyisipkan komentar
Pada bahasa pemrograman atau scripting kita mengenal adanya komentar (comment). Komentar adalah kalimat/baris yang tidak dieksekusi oleh compiler, browser atau parser. Untuk menyisipkan komentar pada dokumen XML caranya adalah sebagai berikut:
<!—Baris ini tidak di eksekusi oleh parser -->
Menggunakan Karakter Illegal pada XML
Sama seperti pada HTML, anda tidak bisa menggunakan karakter seperti kurung siku (< atau >), petik tunggal (‘), dan petik ganda (“) .
Contoh dibawah ini akan menghasilkan error kalau di eksekusi oleh browser.
<syarat>jika jumlah < 1000 maka</syarat>
Untuk menghindarinya, kita harus menggantikannya dengan entity reference seperti di bawah ini:
<syarat>jika jumlah &lt; 1000 maka</syarat>
Selengkapnya perhatikan tabel dibawah ini:


Perhatikan bahwa entity refence selalu diawali oleh & dan diakhiri ;
Karakter yang benar-benar illegal pada XML sebenarnya hanyalah < dan &. Yang lain bisa digunakan, akan tetapi lebih bijak kalo kita menghindarinya untuk menghindari kebingungan pada saat kita mendebugnya.
Kita bisa membuat sendiri entity reference untuk hal-hal lainnya. Pembahasan selengkapnya bisa anda baca pada bagian lain bab ini yang membahas Document Type Definition (DTD).

Namespace XML
Dari pembahasan terdahulu kita mengetahui bahwa tag-tag pada XML tidak didefinisikan secara baku tetapi kita buat sendiri sesuai keinginan kita. Karena itu akan sering terjadi konflik pada dua dokumen yang menggunakan nama tag yang sama tetapi mewakili dua hal yang berbeda. Contoh: bila ada dokumen yang mendiskripsikan tentang kebutuhan material pembuatan gardu jaga dari bambu
<bambu>
<jenis>Jawa</jenis>
<panjang>2</panjang>
</bambu>
dengan dokumen yang mendiskripsikan “bambu” sebagai merek produk.

<bambu>
<jumlah>246</jumlah>
<hargasatuan>200</hargasatuan>
</bambu>
untuk mengatasi hal ini, Namespace menyediakan metode dengan menggunakan awalan yang berbeda
<a:bambu>
<a:jenis>Jawa</a:jenis>
<a:panjang>2</a:panjang>
</a:bambu>
dokumen kedua menjadi seperti berikut
<b:bambu>
<b:jumlah>246</b:jumlah>
<b:hargasatuan>200</b:hargasatuan>
<b:/bambu>
Dengan cara demikian konflik penamaan tag tidak terjadi lagi. Aturan penggunaan namespace adalah sebagai berikut:
<a:bambu xmlns:a=”http:/www.somewhere.com/gardu”>
a adalah prefix yang dipakai, sedangkan atribut namespace di tambahkan pada tag. Syntax untuk atribut namespace adalah sebagai berikut:
xmlns:a=”namespace”
pada contoh diatas namespace-nya menggunakan alamat internet. W3C namespace spesification menyatakan bahwa namespace haruslah merupakan Uniform Resource Identifier (URI). Perlu di perhatikan bahwa alamat internet tersebut tidak digunakan untuk mendapatkan informasi, tapi hanya untuk memberikan nama yang unik bagi namespace. Tetapi seringkali perusahaan menggunakan namespace yang menunjuk pada webpage yang berisi informasi tentang namespace yang digunakan. Contoh yang disajikan pada Bab 1 menunjukkan penggunakan namespace xsl.

Text Encoding pada XML
 
Pada bab 1 kita telah menyinggung sepintas tentang atribut encoding pada deklarasi XML. Contoh yang diberikan menggunakan encoding iso-8859-1 yaitu nama resmi dari text encoding yang oleh Microsoft disebut sebagai ANSI. Atribut encoding ini digunakan untuk memberitahukan pada XML Parser, text encoding apa yang digunakan.

Misalnya kita ingin menggunakan karakter asing seperti æøå êèé. Untuk menampilkannya dengan benar pada browser, kita harus menyimpan file XML kita dengan format unicode. Sayangnya notepad pada windows 95/98 tidak mendukung format unicode. Untuk itu kita harus menambahkan atribut encoding pada deklarasi XML kita. Kita bisa menggunakan encoding windows-1252 atau iso-8859-1. Kita tidak bisa menggunakan UTF-8 dan UTF-16 bila kita simpan file kita dengan notepad pada Windows 95/98.

Gambar Karakter asing yang ditampilkan dengan benar
Notepad pada Windows 2000 bisa menyimpan dokumen dengan format unicode. Semua jenis encoding yang saya sebutkan diatas bisa digunakan. Tanpa menyertakan atribut encoding secara eksplisit pun dokumen yang disimpan dengan format unicode bisa menampilkan karakter asing dengan benar bila di buka dengan Internet Explorer 5.0 tapi bila dibuka dengan Netscape atribut encoding mutlak harus disertakan.


Gambar Pesan kesalahan karena encoding tidak mendukung karakter asing


Sampai disini pengetahuan anda tentang XML sudah cukup untuk membuat sebuah dokumen xml yang baik (Well-formed Document) tetapi belum cukup untuk membuat dokumen XML yang valid (Valid Document). Karena untuk membuat document XML yang valid anda juga harus mengenal apa yang disebut Document Type Definition (DTD).


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di gudang-go.blogspot.com

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top